
Engkau berdo’a
“Gusti, berilah aku kemenangan, kekayaan, dan kecerdasan, ...
Pernahkah kau bertanya makna Do’amu ?
Bukankah do’amu itu menyengsarakan orang lain
Sadarkah engkau ?
Do’amu itu sama dengan mendo’akan keburukan bagi orang lain
Meminta agar saingamu itu kalah, miskin dan menjadi orang yang bodoh,...
Padahal diantara mereka adalah sudara islammu,
Yang lebih taat ibadahnya dan lebih dicintai gustimu,..
Pernahkah kau memikirkan do,amu ?
Atau engkau hanya seperti orang mengigau,
Kecewa, ketika terbangun dari mimpinya
Merasa dirinya diujung langit
Padahal ia ada didasar sumur yang dalam,
Begitu sadar ia menangis,
Dan meminta Ampun pada Gustinya,
“Gusti, berikanlah apa yang akan engkau berikan kepadaku,...”
Lalu Gustinya menjawab “akan kuberikan kepadamu kefakiran, apakah kamu mau menerimanya ?”
Lalu ia menjawab “aku terima semua pemberianmu dengan hati lapang dan suka rela”
Lalu Gustinya menjawab” Ku berikan engkau kefakiran akan pemberianku, dan kekayaan diantara hamba-hambaku”
Kemudian jadilah ia Orang yang kaya, kaya hati, kaya ilmu ma’rifat, dan memiliki derajat yang tinggi disisi Tuhanya, ...
Senin, 24 Oktober 2011, 09;16;10;pm
Muh Khotib afandi/Ilham Devan Muttaqin


18.18
Khotib Afandi