Sabtu, 05 November 2011

Do'a


Engkau berdo’a
“Gusti, berilah aku kemenangan, kekayaan, dan kecerdasan, ...
Pernahkah kau bertanya makna Do’amu ?
Bukankah do’amu itu menyengsarakan orang lain
Sadarkah engkau ?
Do’amu itu sama dengan mendo’akan keburukan bagi orang lain
Meminta agar saingamu itu kalah, miskin dan menjadi orang yang bodoh,...
Padahal diantara mereka adalah sudara islammu,
Yang lebih taat ibadahnya dan lebih dicintai gustimu,..
Pernahkah kau memikirkan do,amu ?
Atau engkau hanya seperti orang mengigau,
Kecewa, ketika terbangun dari mimpinya
Merasa dirinya diujung langit
Padahal ia ada didasar sumur yang dalam,
Begitu sadar ia menangis,
Dan meminta Ampun pada Gustinya,
“Gusti, berikanlah apa yang akan engkau berikan kepadaku,...”
Lalu Gustinya menjawab “akan kuberikan kepadamu kefakiran, apakah kamu mau menerimanya ?”
Lalu ia menjawab “aku terima semua pemberianmu dengan hati lapang dan suka rela”
Lalu Gustinya menjawab” Ku berikan engkau kefakiran akan pemberianku, dan kekayaan diantara hamba-hambaku”
Kemudian jadilah ia Orang yang kaya, kaya hati, kaya ilmu ma’rifat, dan memiliki derajat yang tinggi disisi Tuhanya, ...


Senin, 24 Oktober 2011, 09;16;10;pm
Muh Khotib afandi/Ilham Devan Muttaqin

Kesedihan di Ujung Senja


Aku tak pernah tahu, kapan penantian ini akan berakhir,
Dan akan berakhir seperti apa ?
Aku juga tak yakin jika didepan sana ada bidadari yang menyambutku,
Aku cemas Gusti,
Aku merasa tak pantas Gusti,
Ketika semuanya membelakangiku, aku melirikMu...
Tapi disana terpampang dosa dan kesalahanku,
Sehingga aku tak berani menatap wajahmu...
Seperti apakah akhir semua ini ?
Dan setulus apakah engkau mencintaiku Gusti ?
Apakah karena semua ibadah dan amal baik ?
Tidak kan Gusti ?
Bukankah bromocorah, penjahat, perampok itu juga hambamu ?
Adakah diantara mereka yang engkau cintai ?
Aku masih berharap engkau mencintaiku tulus, dan membukakan maafMu untukku, tidak seperti mereka......


24 Oktober 2011 20;34;45;pm
Muh Khotib Afandi/Ilham Devan Muttaqin

Senin, 24 Oktober 2011

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.


Pada tanggal 20 Oktober 2009, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono kembali di lantik sebagai Presiden RI untuk periode 2009-2014, setelah bersama pasangannya Prof. Dr. Boediono memenangkan Pemilihan Umum Presiden pada 8 Juli 2009 dalam satu putaran langsung dengan memperoleh 60,80%, mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.


Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.


Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.


Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Chief Military Observer United Nations Peace Keeping Operations (CMO UNPKO) dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.


Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.


Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.


Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.


Pada beberapa tahun terakhir, Presiden Yudhoyono juga berperan aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup. Sejak pelaksanaan Konferensi Bali mengenai Perubahan Iklim di tahun 2007, yang menghasilkan Bali Road Map, hingga pertemuan sejenis di Kopenhagen yang menghasilkan Copenhagen Accord,Presiden Yudhoyono selalu memberikan kontribusi nyata. Presiden Yudhoyono juga memprakarsai terbentuknya Coral Triangle Initiative,yang merupakan upaya kerjasama antara Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor Leste dan Brunei Darussalam, dalam melindungi keanekaragaman sumber daya hayati lautan di wilayah ini, serta terbentuknya Forest - 11 (F-11), kelompok negara-negara pemilik hutan tropis di dunia. Atas berbagai upaya tersebut, pada pembukaan The 11th Special Session of The Governing Council/Global Ministerial Enviromental Forum pada bulan Februari 2010 lalu di Bali, Presiden Yudhoyono mendapatkan penghargaan UNEP Award Leadership in Marine and Ocean Management.


Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.


Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama, Kapten Inf Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dan telah menyelesaikan Program Master di bidang Strategic Studies di IDSS, Nanyang Technological University, Singapura. Pada akhir bulan mei 2010 yang bersangkutan juga telah menyelesaikan Program Master di bidang Public Policy di Kennedy School of Goverment, Harvard University, Amerika Serikat. Telah menikah dengan Annisa Larasati Pohan, dan dikaruniai seorang putri, Almira Tunggadewi Yudhoyono.


Kedua, Edie Baskoro Yudhoyono, lulusan bachelor of Commerce Finance dan Electronic Commerce dari Curtin University of Technology,Perth, Western Australia, serta lulusan Program Master bidang International Political Economy di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Saat ini aktif sebagai anggota DPR RI dan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Kamis, 13 Oktober 2011

kebebasan berexpresi

Kita tidak akan menjadi orang besar dan sukses dengan menjadi seorang yang selalu taat dan patuh.....

Selasa, 31 Agustus 2010

Puisi

CINTA TERLARANG

Cinta, haram kini kuhalalkan
Kesucian tetap berpegang pada aturan illahi
Terus ku pegang bintang dlam mimpi nyata kelak
Karena air dan minyak didunia tidak berjodoh
Tapi di akhirat mereka adalah kekasih
Akan kucintai putrimu sperti aku mencintaimu
Dan air mata itu, menjadikanku semakin tegar
Melangkah disemak-semak belukar
Hingga sampai di istana raja
Biarkan mereka menutup mata
Dan hati kita tetap bersama
Menanti kebersamaan yang sejati
Dan jasad kita menjalankan kewajiban penuh taat
Hati kita tetap berdoa
Semoga kita dpersatukan kelak
dibawah ridhonya
dibawah panji surga

muh khotib afandi
juli 2010

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Muh Khotib Afandi | Alamat Karangsono Rt 05/02 - Kanigoro Blitar | Jawa Timur, Indonesia